Thursday, September 26, 2013



Cara Berternak Hamster

Hewan Hamster merupakan jenis binatang pengerat. Dalam penyebaran nya hamster tersebar diseluruh dunia, salah satunya adalah Hamster Siria (Syrian Hamster) yang paling umum dikenal dan Hamster Kerdil Rusia (Dwarf Cambell Russia).

Ia adalah binatang malam, yang tidur di siang hari dan aktif di sore dan malam hari, namun jika hamster sudah terbiasa diajak main pada pagi hari, kemungkinan pola tidurnya akan mengikuti si pemilik (jika pemilik sering bermain dengan hamsternya). Pandangan matanya jelek, tetapi penciuman dan pendengarannya tajam.
Cara Berternak Hamster

Ia mempunyai kantong pipi yang dapat mengembang, dimana ia menyimpan makanan yang akan dibawa ke sarangnya.
Hamster Siria berasal dari padang pasir di Timur Tengah dimana ia hidup dalam liang-liang dalam bukit-bukit pasir. Jenis ini paling umum dipelihara karena dapat dipegang oleh anak kecil dengan mudah. Binatang dewasa berukuran panjang 17-22 cm. Umumnya jenis ini jinak terhadap manusia, tetapi tidak terhadap jenis hamster lainnya. Karena itu jika hendak memelihara hamster jenis ini, harus ditempatkan dalam satu kandang terpisah dengan hamster lainnya, karena kemungkinan besar akan menyerang hamster yang lain jika ditempatkan dalam satu kandang bersamaan.
Hamster Kerdil Campbell Rusia berasal dari padang rumput Asia Tengah (Rusia, Mongolia dan bagian barat laut Cina).

Hamster dewasa berukuran panjang 10-12 cm, dan Hamster yang betina sedikit lebih panjang daripada yang jantan. Umur rata-ratanya 2 – 2 ,5 tahun, meskipun ia dapat hidup sedikit lebih lama.

Dibanyak negara (terutama di Amerika dan Eropa), hamster kini menjadi binatang peliharaan kecil yang sangat populer.


Dengan cara berternak hamster yang benar, akan menghasilkan anakan atau indukan yang sehat

Pemeliharaan Hamster
Hamster dipelihara di dalam kandang, yang terbuat dari kawat atau aquarium kaca. Karena giginya tajam, kayu atau bambu tidak tepat digunakan. Lantai kandang perlu dilapisi dengan serutan gergaji atau sekam padi yang dapat menyerap air kencingnya. Carikan-carikan kertas dapat disediakan sebagai sarangnya. Ia akan menimbun makanan dan menaruh bayi (jika ada) di sarang ini.
Hamster adalah binatang yang menyukai kebersihan. Jika kandang cukup besar, ia akan menggunakan satu sudut kandang sebagai WC dan sudut yang lain sebagai sarang.

Makanan yang baik untuk Hamster
Makanan hamster pada umumnya adalah biji-bijian (beras/nasi, roti, jagung) dan sayuran (seperti wortel, timun dan buncis), namun jangan jadikan sebagai bahan utama. Binatang kecil ini tetap membutuhkan gizi yang cukup, dan dapat diperoleh melalui makanan kemasan yang sudah lengkap gizinya. Makanan protein tinggi seperti daging atau susu, juga penting terutama ketika bayi-bayi dalam masa pertumbuhan atau pada ibu hamster yang sedang hamil atau sedang mempunyai bayi Jika makanan cukup mengandung cairan, air minum tidak diperlukan.
Hamster mempunyai kantong di pipinya dimana ia mengumpulkan makanan. Ia menekan makanan ke dalam kantong yang akan mengembang dan membawanya ke sarang. Disini makanan dikeluarkan untuk ditimbun. Lapisan dalam kantong pipi ini sangat halus, sehingga makanan yang tajam dapat melukainya.
Cara Berternak Hamster

Cara Pembiakan Hamster
Hamster mempunyai bayi rata-rata 8 . Tetapi ia dapat melahirkan sampai 16 bayi sekaligus (Syrian Hamster).
Pada umumnya ia mulai melahirkan sesudah berumur 3-4 bulan, meskipun kadang-kadang ada juga yang mulai melahirkan pada umur 1 bulan, namun tidak dianjurkan hamster yang berusia kurang dari 4 bulan untuk melahirkan, karena dapat menyebabkan cacat pada anak hamster, ataupun dapat mengakibatkan kematian bagi ibu dan anak hamster. Makanan yang jelek (misalnya kurang protein) akan mengakibatkan si ibu mencari protein tambahan dengan memakan bayinya sendiri (kanibal), atau lingkungan yang tidak mendukung (lingkungan yang berisik) membuat si induk merasa tidak nyaman/stress dapat menyebabkan induk memakan anaknya

 Budidaya Jangkrik

Budidaya jangkrik - Ada dua cara budidaya jangkrik, yakni dari telur atau bibit indukan. Bagi pemula, tinggal mana yang disukai. Soal jumlah, bisa satu kandang, dua atau empat kandang, tergantung besar modalnya.

1. Bibit telur

Bibit telur jangkrik bisa dibeli dari pedagang jangkrik di pasar burung. Tidak ada jaminan telur menetas semua, paling 70%, atau bahkan tidak menetas. Telur yang bagus berwarna putih atau kekuning-kuningan, tak ada flek hitam di tengah (tanda telur mati). Yang bengkok atau hitam semua, jelek. Kalau hitamnya hanya di ujung, telur itu sudah tua, mau menetas.

Penetasan.

Telur yang sudah terbungkus kain lembap diletakkan dalam wadah penetasan, semisal toples. Umur telur yang dijual di pasar bervariasi, mulai dari H-2 (kurang dua hari menetas), H-3 (kurang tiga hari), atau H-4 (kurang empat hari menetas), dst. Telur menetas kurang lebih 8 – 10 hari sejak dipanen.

Anak-anak jangkrik yang baru menetas berwarna terang dan berubah menjadi hitam atau kecoklatan beberapa jam kemudian. Kalau ada yang menetas, kain harus segera dibuka, dan anak jangkrik “diusir” keluar dari kain itu. Kalau tidak, anakan itu bisa mati atau saling memakan sesamanya, atau memakan telur yang belum menetas.

Tunggu sampai 2 – 4 hari setelah menetas. Kalau telur belum juga habis, mungkin masih ada telur yang belum saatnya menetas, telur mati atau busuk. Telur mati berwarna coklat mengkilap atau hitam berjamur. Kalau telur berjamur atau busuk, pertanda kelembapannya terlalu tinggi. Sebaliknya, terlampau kering, telur akan mati.Pakan sayuran.

Pakan jangkrik baru menetas berupa sayuran seperti sawi, bayam, kangkung, gambas, wortel atau kulit wortel, kulit pisang, dll. Wortel, timun, atau sayuran berair dipotong-potong sebesar batang korek api, supaya anak jangkrik tidak menempel di permukaannya yang basah dan mati. Juga jangan sampai terkena percikan air, karena bisa mematikan anak jangkrik yang baru menetas.

Untuk anak jangkrik muda, pakan diberikan sehari sekali, pagi atau sore. Sebelum dikasih pakan baru, sisa pakan sebelumnya diangkat dulu.

Kandang pembesaran.

Setelah berumur lebih dari 10 hari, anak jangkrik bisa diberi pakan tambahan berupa ramuan. Pakan ramuan ditaruh dalam wadah agak datar, seperti tatakan gelas/cangkir. Penempatannya di ujung-ujung kandang. Meskipun sudah diberi pakan ramuan, sayuran tetap diberikan. Ramuan itu bisa berupa campuran tepung kedelai, tepung beras merah, tepung kacang hijau, tepung jagung, dan tepung ikan.

Tidak perlu disediakan minum. Dedaunan jangan disemprot air karena bisa bikin tubuh jangkrik lembek dan cepat mati.

Umur 10 hari ke atas, anak jangkrik bisa dibesarkan di alam (bila ingin menghasilkan indukan alam). Atau, mereka bisa dipindah dari stoples ke kandang pembesaran berukuran 90 cm (panjang) x 30 cm (lebar) x 60 cm (tinggi). Bisa juga pakai drum bekas. Ukuran kandang tidak baku, bisa lebih besar atau lebih kecil, tergantung jumlah jangkrik. Yang penting kandang aman dari semut, tikus, dan cicak. Kandang tidak tercemar bebauan bahan kimia yang bisa mematikan jangkrik.

Panen clondo atau indukan.

Umur 30 – 40 hari, anak jangkrik tumbuh menjadi clondo atau dogolan (jangkrik muda). Clondo bisa dipanen dan dijual sebagai pakan burung dan ikan arwana.

Kalau belum ingin menjual, clondo bisa terus dipelihara untuk dijadikan indukan. Kira-kira berumur 2 – 4 bulan. Indukan ini bisa dijual atau dijadikan bibit untuk menghasilkan telur.2. Bibit indukan
Bibit indukan dijual di pasar burung. Indukan yang bagus berpantat panjang, hitam atau coklat kehitaman, dan “jarumnya” juga sudah hitam. Biasanya jangkrik punya tanda “kalung” di “leher”. Sepasang harganya Rp 1.000,- – Rp 1.500,-. Pilih jangkrik dengan sungut (antena) masih lengkap.

Kandang indukan.

Kandang bisa dibuat sendiri dari bahan kayu dan tripleks. Atau membeli kandang jadi, harganya Rp 150 ribu – Rp 200 ribu. Ukuran kandang 90 – 120 cm (panjang) x 30 cm (lebar) x 60 cm (tinggi), tergantung jumlah jangkrik.

Pakannya sama seperti jangkrik dewasa yakni pakan ramuan dan dedaunan. Bisa pula diberi taoge, jagung muda, dan vitamin khusus jangkrik yang disemprotkan pakai semprotan ke sayuran supaya menghasilkan banyak telur.

Tempat bertelur.

Perbandingan jantan dan betina 1 : 5 (ada juga 1 : 10). Ada kalanya makin kecil rasionya, hasil telur makin banyak. Karena seekor betina bisa dibuahi berkali-kali oleh banyak pejantan.

Di alam, jangkrik betina yang akan bertelur menyuntikkan ujung “jarumnya” ke celah-celah tanah lembap. Oleh karena itu, dalam budidaya jangkrik kelembapan perlu dijaga.

Untuk sarang bertelur, dalam kandang disediakan media pasir halus dalam wadah ceper (tatakan cangkir) dengan kedalaman 1,5 – 2 cm. Pasir dicuci bersih atau disangrai dulu. Jangkrik akan menusukkan “jarumnya” berulang-ulang ke dalam media pasir. Jumlah telur kira-kira 150 – 300 butir per ekor. Media bertelur bisa juga dari tumpukan kain berpori kasar yang dilembapi.

Setelah bertelur, jangkrik betina kehabisan energi dan 15 – 30 hari kemudian mati. Ada juga jangkrik betina yang kuat dan dapat kawin lagi setelah periode bertelur pertama. Hanya saja mutu telurnya kurang bagus.

Panen telur.

Untuk memanen telur dalam media pasir, perlu diayak dan telur akan tertinggal di ayakan. Kalau medianya kain, telur-telur yang menancap pada pori-pori kain disapu pakai kuas kecil supaya terlepas.

Telur yang sudah dipanen diletakkan di atas sepotong kain lembap kemudian kain dilipat, dan diberi catatan tanggal bertelur supaya usia telur diketahui. Telur-telur yang terbungkus kain lembap itu disimpan dalam stoples dan siap dijual sebagai bibit atau ditetaskan sendiri.

Manfaat Cumi - Cumi

1. Tinggi Protein

Ditinjau dari nilai gizi, cumi-cumi memiliki kandungan gizi yang luar biasa karena kandungan proteinnya cukup tinggi, yaitu 17,9 g/100 g cumi segar. Daging cumi-cumi memiliki kelebihan dibanding dengan hasil laut lain, yaitu tidak ada tulang belakang, mudah dicerna, memiliki rasa dan aroma yang khas, serta mengandung semua jenis asam amino esensial yang diperlukan oleh tubuh. Asam amino esensial yang dominan adalah leusin, lisin, dan fenilalanin. Sementara kadar asam amino nonesensial yang dominan adalah asam glutamat dan asam aspartat.

Kedua asam amino tersebut berkontribusi besar terhadap timbulnya rasa sedap dan gurih. Itu sebabnya, secara alami cumi telah memiliki cita-rasa gurih, sehingga dalam pengolahannya tak perlu ditambahkan penyedap (seperti monosodium glutamat = MSG).

Cumi-cumi juga mengandung beberapa jenis mineral mikro dan makro dalam jumlah yang sangat tinggi. Kadar mineral yang terkandung pada cumi-cumi sangat bervariasi walaupun dalam satu spesies yang sama. Variasi ini tergantung pada keadaan lingkungan tempat hidup, ukuran, dan umur.

Mineral penting pada cumi-cumi adalah natrium, kalium, fosfor, kalsium, magnesium, dan selenium. Fosfor dan kalsium berguna untuk pertumbuhan kerangka tulang, sehingga penting untuk pertumbuhan anak-anak dan mencegah osteoporosis di masa tua. Selain kaya akan protein, cumi-cumi juga merupakan sumber vitamin yang baik, seperti vitamin B1 (tiamin), B2 (riboflavin), B12, niasin, asam folat, serta vitamin larut lemak (A, D, E, K).

Cumi–cumi juga mengandung TMAO (Trimetil Amin Oksida) yang cukup tinggi. TMAO yang tinggi ini memberikan rasa yang khas terhadap daging cumi-cumi. Daging cumi-cumi juga banyak mengandung monoamino nitrogen yang menyebabkan cumi-cumi mempunyai rasa manis. Kandungan sulfur yang cukup tinggi pada cumi–cumi juga menyebabkan cumi-cumi berbau amis ketika mengalami perlakuan pemasakan seperti direbus.

2. Waspada Kolesterol

Kadar lemak pada daging cumi relatif rendah, yaitu 7,5 g/100 g bahan, masing-masing terdiri 1,9 g asam lemak jenuh; 2,7 g asam lemak tidak jenuh tunggal; serta 2,1 g asam lemak tidak jenuh ganda. Termasuk ke dalam asam lemak tidak jenuh ganda adalah omega 3 yang dapat menurunkan kandungan kolesterol dalam darah.

Walaupun demikian, konsumsi cumi-cumi berlebih harus dihindari karena kadar kolesterolnya lumayan tinggi, yaitu mencapai 260 mg/100 g bahan. Di dalam kelompok ikan laut, kadar kolesterol pada cumi, udang, lobster, dan kepiting, memang tergolong tinggi. Namun, kadar kolesterol pada produk perikanan tersebut masih relatif lebih rendah dibandingkan dengan kuning telur, hati, jeroan, serta otak ternak.

Hal yang perlu diingat tentang kolesterol adalah kita harus mencegah sifat fobia. Bagaimanapun kolesterol dalam jumlah wajar sangat dibutuhkan oleh tubuh kita, baik untuk pertumbuhan sel (termasuk sel-sel otak) serta sintesis hormon seks dan vitamin D.

Pada manusia, kolesterol dapat disintesis sendiri di dalam tubuh, yaitu di bagian hati, korteks, adrenal, kulit, usus, testis, lambung, otot, jaringan adiposa, dan otak. Sekitar 17 persen dari berat kering otak terdiri atas kolesterol. Tanpa kolesterol, struktur otak tidak mungkin terbentuk dengan sempurna.

Menurut panduan yang dikeluarkan oleh National Heart, Lung and Blood Institute (NHLBI), kadar kolesterol total yang baik bagi tubuh manusia berada di bawah 200 mg/dl, HDL lebih dari 35 mg/dl, LDL kurang dari 130 mg/dl, dan trigliserida kurang dari 250 mg/dl. Kadar kolesterol di atas 200 mg/dl dapat menimbulkan ancaman berbagai penyakit, seperti aterosklerosis (penyumbatan pembuluh darah), stroke, dan penyakit jantung koroner.

Meskipun dianggap berbahaya, kolesterol tetap dibutuhkan oleh tubuh. Manusia rata-rata membutuhkan 1.100 miligram kolesterol per hari untuk memelihara dinding sel dan fungsi fisiologis lain. Dari jumlah tersebut 25-40 persen (200-300 mg) secara normal berasal dari makanan dan selebihnya disintesis oleh tubuh.

Karena itu, konsumsi kolesterol dalam batas wajar, yaitu tidak lebih dari 300 mg per hari sangat perlu dilakukan. Jadi, Anda tidak perlu khawatir dengan kadar kolesterol pada cumi. Sebab jika Anda menghindari cumi-cumi, berarti akan kehilangan zat gizi lain yang khasiatnya sangat besar bagi kesehatan tubuh.

3. Aktifkan Sel Darah Putih

Seekor cumi-cumi dapat menghindar dari pemangsanya dengan gesit melalui pengerutan otot yang cepat. Jika gerakan cepat saja tidak cukup, awan tinta pekat dan gelap akan dikeluarkan dari dalam tubuhnya, sehingga musuh terkejut untuk beberapa saat. Kepanikan musuh tersebut memberikan waktu yang cukup bagi cumi-cumi untuk segera meloloskan diri.

Cairan tinta cumi-cumi bersifat alkaloid, sehingga tidak disukai oleh predator, terutama ikan. Cairan berwarna gelap ini mengandung butir-butir melanin atau pigmen hitam. Melanin alami adalah melanoprotein yang mengandung 10-15 persen protein. Melanin ini mengikat protein melalui asam amino yang mengandung sulfur, yaitu sistein.

Selain itu, cumi-cumi juga memiliki sistem perlindungan dengan cara mengubah-ubah warna kulit tubuh dengan cepat, kadang-kadang kebiruan, putih, merah, atau cokelat. Perubahan warna ini terjadi karena adanya kromatofor yang merupakan kantong elastis berisi pigmen merah atau kuning.
Sel-sel pigmen yang elastis ini dikelilingi oleh ikatan sel-sel otot yang dapat berkontraksi dengan cepat, sehingga sel-sel pigmen menjadi besar dan mengakibatkan warnanya lebih jelas. Mekanisme ini mengakibatkan cumi-cumi dapat berubah warna dengan cepat bila mendapat rangsangan dari luar. Sistem perubahan warna ini juga digunakan cumi-cumi sebagai sarana komunikasi.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Hiroki University Jepang, tinta cumi-cumi dan sotong mempunyai banyak kegunaan, yaitu dapat mengaktifkan sel darah putih untuk memerangi tumor. Hal tersebut telah diujicobakan pada 15 ekor tikus yang mengidap penyakit tumor ganas. Tikus itu diberikan suntikan tiga dosis cairan tinta sotong, dan hasilnya, hanya tiga tikus yang mati, sisanya tetap hidup.

Sementara itu, sebagai kontrol, 15 tikus lainnya yang juga mengidap penyakit tumor ganas, tidak diberikan suntikan serupa, dan semuanya mati dalam jangka waktu tiga minggu. Belum ada kepastian secara medis tinta cumi-cumi dan sotong dapat mengobati kanker atau tumor, tetapi tinta cumi-cumi diduga mengandung banyak vitamin, yaitu vitamin A.

Selama ini tinta cumi-cumi belum banyak dikenal, terutama dalam industri jasa boga. Tinta cumi-cumi sering tidak dibuang dan dibiarkan di dalam daging cumi. Namun, beberapa negara, seperti Italia, telah menggunakan tinta cumi sebagai salah satu bumbu masakan pasta. Di Jepang, kantong tinta cumi-cumi (sepio melanin) yang berwarna hitam dipakai sebagai pengawet dan meningkatkan flavor pada cumi asin.

Bila Anda menyukainya, tinta tersebut tidak perlu dibuang dari cumi, tetapi dapat dimakan. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan tentang zat tinta yang pekat itu. Beberapa orang justru menganggap zat tinta tersebut penting untuk peningkat cita rasa.


Budi Daya Ikan Cupang

Cara berternak ikan cupang hias ( betta splendens ) benar-benar susah-susah mudah.. namun jikalau ditelateni, ini akan jadi usaha yang amat menjanjikan. terlebih disaat zaman lagi sulit mencari kerja layaknya saat ini ini…iya tidak ? nah, jikalau berminat melakukan bisnis ikan cupang ini.. terlebih dulu mesti tahu langkah cara berternak ikan cupang.

Cara berternak ikan cupang tidaklah membutuhkan tempat yang luas, cukup sediakan areal lebih kurang 5 meter persegi. ikan ini relatif gampang dipelihara dan dibudidayakan, lantaran tidak membutuhkan pakan spesial. pakan ikan untuk benih umumnya dipakai pakan alami berbentuk kutu air atau daphnia sp. yang bisa ditemukan di selokan yang airnya tergenang. untuk induk cupang dipakai pakan dari jentik-jentik nyamuk ( encuk ). untuk perkembangan anak ikan dapat diberi kutu air dan diselingi dengan cacing rambut, akan lebih mempercepat perkembangan anak ikan..

Wadah yang baik menurut cara berternak ikan cupang biasanya wadah cara berternak ikan cupang yang baik yaitu bak semen atau akuarium yang ukurannya tak perlu besar yakni cukup 1 x 2 m atau akuarium 100 x 40 x 50 cm, masih wadah perkawinannya lebih kecil dari wadah pembesaran, yang dapat dipakai diantaranya : baskom, akuarium kecil atau ember bisa dipakai buat memijahkan ikan.

ciri-ciri spesial ikan cupang jantan

ciri-ciri khas yang dimiliki oleh ikan cupang hias jantan yaitu tak hanya warnanya yang indah, siripnya lalu panjang dan menyerupai sisir serit, hingga kerap disebut cupang serit. namun ikan betina warnanya tidak menarik ( kusam ) dan wujud siripnya lebih pendek dari ikan jantan.
ciri ikan jantan untuk dipijahkan :

umur ± 4 bulan

wujud badan dan siripnya panjang dan berwarna indah.
gerakannya agresif dan lincah.
keadaan badan sehat ( tidak terjangkit penyakit ).

ciri-ciri ikan cupang betina

umur sudah meraih lebih kurang 4 bulan
wujud badan membulat putih di lebih kurang perut mengisyaratkan siap kawin.
gerakannya lambat.
sirip pendek dan warnanya tidak menarik.
keadaan badan sehat.

pemijahan dan perawatan ikan

sesudah induk cupang hias disiapkan demikian juga dengan wadahnya jadi langkah berikut yaitu melakukan pemijahan :

buat persiapan wadah baskom/akuarium kecil dan bersih.
isi wadah dengan air bersih dengan ketinggian 15 – 30 cm.
masukkan induk ikan cupang jantan lebih dahulu sepanjang 1 hari.
tutup wadah dengan penutup wadah apa saja.
1 hari lantas ( sore hari ) induk betina sudah masak telur dimasukan ke didalam wadah pemijahan.

umumnya pada pagi harinya ikan telah bertelur dan menempel disarang berbentuk busa yang disiapkan oleh induk jantan.

induk betina selekasnya dipindahkan dan jantannya dibiarkan untuk merawat telur sampai menetas.

pembesaran anak

saat burayak ikan cupang telah bisa berenang dan telah habis kuning telurnya, telah mesti disediakan media yang semakin besar untuk area pembesaran.

pindahkan anakan berbarengan induk jantannya.
lantas benih ikan diberi makanan kutu air dan wadah ditutup.
sepuluh hari lantas anak ikan dipindahkan ke area lain.
dan berikut tiap-tiap satu minggu, ikan dipindahkan ke area lain untuk lebih cepat tumbuh.

pasca panen

pasca panen yakni sesudah ikan cupang hias meraih 1 bln. telah bisa dilakukan pemanenan sekalian bisa diseleksi atau dipilih. ikan yang berkwalitas baik dan cupang hasil seleksi dipisahkan dengan diletakkan ke didalam botol-botol tersendiri supaya bisa berkembang dengan baik dan hindari perkelahian. sesudah usia 1, 5 sampai 2 bln. cupang hias mulai tampak keindahannya dan bisa dipasarkan.

langkah berkembang biak

ikan ini berkembang dengan langkah bertelur dan telurnya menempel pada substrat layaknya akar tanaman, daun-daun atau serabut rapia.

beberapa langkah yang butuh diketahui :

tentukan induk yang baik dan jantan yang cantik dan agresif.
pisahkan pada induk jantan dan induk betina dan diberi makan yang cukup sepanjang 4 s. d. 5 hari.
masukkan induk jantan dan induk betina kedalaman area pemijahan ( toples, aquarium, ember, baskom ) yang sudah diberi
tanaman air ( eceng gondok atau serabut rapia dengan kedalaman air ± 25 cm ).
sesudah 2-3 hari akan tampak telur menempel pada daun atau rapia.
pindahkan yang betina dan beri makan secukupnya.
 sepanjang 2-3 hari anak ikan tersebut tidak diberi makan lantaran masih ada persediaan kuning telur didalam tubuhnya. Sepanjang 2-3 hari lantas anak-anak ikan tersebut butuh diberi makan infosuria sepanjang 3 hari lantas diberi makan kutu air yang disaring sepanjang 10 hari dan seterusnya bisa diberi kutu air tanpa disaring.

langkah perawatan

Induk ikan yang diberi makan cukup baik, sesudah 2-3 minggu bisa dipindahkan kembali. anak-anak ikan cupang bisa dijual sesudah berusia 2 bln.. sesudah panjang 4 cm, anak-anak ikan bisa diberi makan cacing. ikan jantan terhitung ikan yang sayang dengan keturunannya, dipandang dari kebiasaannya bikin busa pada substrat tiap-tiap akan mulai memijah. namun ikan betina kurang telaten merawat anaknya apalagi terkadang memangsa anaknya sendiri hingga mesti cepat-cepat dipisahkan sesudah bertelur. untuk memperoleh ikan jantan yang wujud dan warnanya indah, umumnya sesudah mencapal panjang 4, 5 cm dimasukkan kedalam botol ( toples, bekas selai, botol kopi, dan lain-lain ) dan ditempatkan saling berdekatan satu sama lain supaya dapat saling lihat sepanjang ± 2 minggu, supaya sirip ikan cupang tersebut mengembang lantaran saling menantang.

Buat membudidayakan ikan cupang dengan besar-besaran, bisa digunakan bak semen ukuran 1, 5 x 3 m. pemijahannya dikerjakan di tepi bak mempergunakan kotak-kotak papan yang bagian depannya diberi saringan kasa plastik. saringan ini ditujukan supaya benih ikan dapat keluar dan kotak pemijahan, namun induknya terus ada didalam kotak pemijahan. ukuran kotak pemijahan 15 x cm atau 20 x 20 cm namun langkah perawatan sama juga dengan

Penelusuran yang terkait dengan berternak ikan cupang adalah :cara berternak ikan cupang, budidaya ikan cupang, ternak cupang aduan, cara ternak ikan cupang, contoh ikan cupang, perkawinan ikan cupang, ternak cupang hias, ternak cupang giant, tips ternak ikan cupang

Budidaya Ikan Gurame

ikan gurami sudah dibudidayakan sejak jaman dahulu. Karena rasanya yang begitu lezat, ikan gurami saat ini difavoritkan sebagai makanan utama di rumah makan dan masyarakat sekitar. Banyak pembudidaya ikan gurami dari dalam jawa maupun luar jawa terutama di Indonesia sendiri.

Cara Berternak Ikan Gurame sangat digemari masyarakat karena harganya yang mahal dan budidaya yang tidak sulit. Banyak cara budidaya tentang perawatan ikan gurami yang tersaji di berbagai media. Di Blog ini saya akan mengupas cara budidaya ikan gurami yang benar, ada tahap beberpa sebagai berikut.
Cara Berternak Ikan Gurame

Induk yang akan dipilih
Ciri -ciri ikan gurami yang akan dipilih memiliki kriterial sebagai berikut.
- Perut membesar kearah belakang
- Anus akan nampak putih kemerahan
- Jika perut diraba akan terasa lembek

Kolam yang harus dipersiapkan
- Luas kolam 200 – 300 m persegi
- Kedalaman kolam 1 – 1,5 m
- Kedalaman air 0,7 – 1,0 m
- Pada saluran pemasukan dipasang saringan kasa plastik
- Pada pintu pengeluaran dibuat monik
Cara Berternak Ikan Gurame

Proses pemijahan
- Pemasukan induk yang sudah lolos seleksi
- Perbandingan jantan dan betina adalah 1:3
- Setelah seminggu induk jantan akan membuat sarang
- Pada hari ke-15 induk akan memijah

Cara Berternak Ikan Gurame

Ciri -ciri sarang berisi telur
- Sarang atau sosog sudah tertutup penuh oleh injuk
- Sarang akan ditunggui oleh induk betina

Penanganan benih
Pengambilan telur, Alat :
- Ember yang berisi air
- Scope net
Caranya
1. Sarang yang berisi telur diambil dan disimpan pada ember yang berisi air
2. Bila ada yang tercecer di kolam telur diambil dengan menggunakan scope net
3. Bawa telur ke ruang penetasan
4. Keluarkan telur dari sarangnya sedikit demi sedikit. Telur yang terlepas diambil dan
masukkan kedalam ember berisi air yang telah disediakan sebelumnya
6. Bila masih ada telur yang menempel, kibas-kibaskan bagian injuk tersebut dengan
hati-hati maka telur akan terlepas
7. Kemudian telur dicuci dengan air bersih sebanyak 3 kali
8. Pada saat mencuci tambahkan Mb atau Mg untuk mencegah terhadap serangan hama
penyakit.
9. Telur yang sudah dicuci lalu dimasukan kedalam bak penetasan yang telah dipasang
serasi dan hitter

Cara Berternak Ikan Gurame

Pemeliharaan dan penetesan
- Air dalam bak penetasan harus bersih Kedalaman air 20 cm
- Telur yang tidak dibuahi atau tidak menetas harus dibuang
- Telur akan menetas setelah 2 – 3 hari dengan suhu 27 -28 0C
- Larva berada pada bak penetasan selama selama 10 hari
- Setelah itu dipindahkan kedalam bak pendederan

Siapkan bak pendederan
Bak pendederan dengan ukuran 2,5 m x 4,5 m isi larva 2000 ekor, dan bak pendederan
dipersiapkan 2 – 3 hari sebelum ditanami larva.

Tahap-tahap persiapan bak pendederan
- Bak dibersihan dan dikeringkan
- Pemupukan dengan pupuk kandang
- Pengapuran
- Pemasukan air dan diendapkan selama 1 hari
- Penanaman benih dapnia
- Pemasangan aerator

Penanaman benih
- Penanaman benih benih dilakukan setelah persiapan selesai.
- Selama di bak pendederan benih hanya diberi pakan alami berupa dapnia
- Benih berada dalam bale pendederan sampai 14 hari dari penanaman

Pemeliharaan benih
Dalam pemeliharaan benih ada beberapa hal yang harus diperhatikan:
- Mengamati keadaan air
- Penambahan pupuk kandang

Pemanena benih
Pemanenan di lakukan pada pagi hari antara jam 07 – 09.00. Siapkan
- Wadah berisi air dan beraerasi
- Scope net
Caranya :
1. Air dikeluarkan sedikit demi sedikit
2. Penangkapan benih dilakukan dengan scope net
3. Simpan benih hasil tangkapan pada wadah yang beraerasi, pads pemanenan air jangan
sampai keruh dan saluran pengeluaran dipasang saringan, dan setelah selesai bak
dibersihkan dan disiapkan untuk pendederan berikutnya.



Beternak Lebah Madu


Cara berternak lebah madu adalah usaha ternak lebah madu, ada bermacam type cara berternak lebah madu yang layak diterapkan. diantaranya adalah cara berternak lebah madu rimba ( apis dorsata ), cara berternak lebah madu lokal ( apis cerana ), dan cara berternak lebah madu unggul ( apis mellifera ). lebah unggul, cocok namanya, yang sangat disenangi pasar. Type ini lebih produktif dibanding lebah lokal, juga lebih jinak. Racun pada sengatnya amat sesuai untuk penyembuhan beragam penyakit. lebah yang dibudidayakan oleh umumnya peternak didunia ini, awalannya, datang dari daratan eropa.
Modal yang dibutuhkan menurut cara beternak lebah madu yaitu knowledge base didalam beternak lebah madu. Adapun investasi modal terus yang dibutuhkan didalam aktivitas budidaya lebah madu sepanjang lebih dari satu periode pemanenan yaitu alat-alat produksi dan koloni lebah madu sekurang-kurangnya 40 kotak–idealnya yaitu 100 kotak koloni lebah madu–.

Penentuan bibit lebah madu type unggul memiliki ciri – ciri sebagai berikut :

1. Memiliki ratu lebah yang fisiknya bagus dan berumur pada 3 bln. sampai 1 th..
2. Jumlah dan mutu telur, yang dihasilkan ratu lebah, banyak.
3. Hasil panen semakin banyak, baik hasil madu, bee pollen, royal jelly, dan propolis.
4. Larva lebah yang dihasilkan lebih segar.
5. Lebah umumnya lebih agresif.

Memperbanyak koloni lebah madu

Didalam beternak lebah madu supaya membuahkan keuntungan yang optimal, seorang peternak lebah madu kudu mempunyai–minimal–100 kotak koloni lebah madu.
Beberapa langkah untuk menambah jumlah koloni lebah madu yaitu seperti berikut :
1. gembalakan lebah madu pada lokasi yang di sana ada pakan cukup banyak. dengan tersedianya pakan yang cukup jadi ratu lebah akan semakin banyak membuahkan telur dan lebah pekerja juga lebih giat bikin sarang baru.
2. mempersiapkan calon ratu lebah madu untuk diletakkan didalam koloni lebah madu yang baru.
3. memisahkan koloni lebah madu yang telah padat ke didalam kotak koloni lebah madu yang baru, dan meletakkan calon ratu lebah baru atau ratu lain yang telah menjadi.

Memilih calon ratu lebah


1. Ambillah larva lebah madu yang baru menetas ; usia 1 hari.
2. Masukan ke didalam satu potong frame royal jelly.
3. Frame royal jelly yang telah terisi larva lebah madu diletakkan pada kotak super ( kotak lebah madu yang diisi koloni lebah madu, sekurang-kurangnya 2 tingkat ).
4. Sekat/pisahkan kotak super lebah madu tersebut, ratu lebah ada di kotak bawah, dan frame royal jelly calon ratu lebah madu diletakkan pada kotak atasnya. karena, ratu lebah madu tidak dapat mendekati calon ratu lebah madu.
5. Diamkan sepanjang 11 hari sampai calon ratu lebah jadi kepompong.
6. Sesudah sebelas hari, calon ratu lebah dipindahkan ke kotak lebah yang besisi koloni lebah tanpa ada ratunya.
7. Sesudah 13 hari, calon ratu lebah keluar kepompong dan segera diangkat jadi ratu lebah oleh koloni lebah tersebut
8. Umumnya, sesudah seminggu, ratu lebah siap untuk kawin dan mengembangkan koloni lebah yang baru di area tersebut.

Peralatan beternak lebah madu

1. Kotak lebah, yang adalah area koloni lebah madu, terbuat dari kayu suren atau mahoni ;
2. Alat pengasap untuk menjinakan lebah madu yang agresif ;
3. Masker pelindung serangan lebah madu ;
4. Pengungkit sisiran ;
5. Sikat sisiran lebah madu ;
6. Sisiran yang terbuat dari rangka kayu dan di dalamnya diberi kawat jadi penahan landasan sarang lebah madu ;
7. Pollen trap untuk panen bee pollen ;
8. Frame royal jelly untuk panen royal jelly dan bikin calon ratu lebah ;
9. Ekstraktor untuk panen madu.

Penggembalaan lebah madu

Pada bln. mei sampai september yaitu waktu peternak lebah menggembalakan lebah madunya ke perkebunan-perkebunan yang sediakan pakan lebah madu cukup banyak.
Peternak lebah madu di pulau jawa, biasanya, menggembalakan lebah madu ke perkebunan karet, kapuk, rambutan, lengkeng, mangga, kopi, dan duwet, hingga dihasilkan madu menurut spesifikasi type bunga.
Pada bln. mei hinga september inilah waktu peternak lebah madu nikmati manisnya pendapatan dari hasil lebah madu, layaknya : madu dari beragam type bunga, bee pollen, dan royal jelly.
Sesudah bln. september, peternak lebah madu alami waktu paceklik, lantaran musim madu sudah melalui. untuk menutupi cost perawatan lebah madu, biasanya, peternak menggembalakan lebahnya ke perkebunan jagung. disini, peternak lebah madu bisa menghasilkan bee pollen jagung dan royal jelly.

Hambatan yang biasa dihadapi peternak lebah madu diantaranya :

1. Faktor alam ( cuaca ).

Th. 2012, banyak peternak lebah madu yang gulung tikar disebabkan cuaca yang tidak menentu. jadi misal, keadaan yang dialami peternak lebah yang pada th. pada mulanya umumnya dapat memanen madu kelengkeng lebih kurang bln. september. dengan anggapan tersebut, peternak lebah madu akan menggembalakan lebahnya ke tempat ambarawa. tetapi, disebabkan cuaca yang tidak menentu, nyatanya pohon kelengkeng gagal berbunga.
Peternak yang telah terlanjur membawa koloni lebahnya ke area tersebut pasti akan rugi besar. tak hanya cost tarnsportasi yang mahal, juga banyak lebah yang mati kelaparan.

2. Lingkungan masyarakat.

Masyarakat indonesia banyak yang berasumsi peternak lebah madu jadi hama tanamannya, hingga sebagian masyarakat akan mengusir peternak lebah madu yang masuk ke area perkebunannya. jikalau lalu diizinkan, sewa tempat jadi area beternak lebah amat mahal.
Perihal ini pasti amat tidak sama dengan peternak lebah madu di luar negeri. peternak lebah justru dicari buat membantu penyerbukan perkebunan dan diberi upah lantaran sudah menolong menambah hasil produksi pertaniannya.
Syarat untuk sukses didalam usaha ini cukup dengan menimba pengetahuan dan mengaplikasikan pengetahuan yang dimiliki perihal kehidupan koloni lebah. contohnya :
- Suhu ideal yang sesuai untuk lebah yaitu lebih kurang 26 derajat c. pada suhu ini, lebah bisa beraktivitas normal.
- Pada suhu diatas 10 derajat c, lebah masih beraktivitas.
- Kehidupan koloni di lereng pegunungan/dataran tinggi yang bersuhu normal ( 25 derajat c ).
- Lokasi menurut cara berternak lebah madu yang baik yaitu area terbuka, jauh dari keramaian, dan banyak ada bunga jadi pakannya.




Cara Beternak Kura - Kura

cara beternak kura kura yang telah siap kawin merupakan usia 2 th. ke atas. umumnya untuk ukuran jantan 15cm serta untuk betina 20cm ….

pada prinsipnya, untuk membuat kura kura ini bertelor merupakan tersedianya media tanah di lebih kurang kolam( air ), dikarenakan umumnya betina enggan untuk dikawin oleh jantan bila tak ada media tanah.tetapi yang butuh diketahui merupakan, bahwa kita kerap menjumpai kura betina dapat bertelur meskipun tanpa jantan, jadi telur ini fertile ( tidak dapat menetas ) bila ada betina bertelur didalam air ( ada jantan ), karena tak ada media tanah, jadi sesegera barangkali ambillah dari air untuk ditetaskan sendiri, dikarenakan bila kelamaan didalam air telur dapat gagal menetas, lembek apalagi dapat busuk…

karenanya, cara beternak kura kura bila kura telah siap untuk kawin, sediakanlah media bertelur supaya bisa berkembang dengan baik serta menetas. ada dua langkah penetasan, yaitu penetasan alami serta penetasan buatan ( incubator ).

penetasan alami

untuk bikin penetasan alami ini, terlebih dulu bikinlah media tanah yang cocok untuk telur supaya bisa berkembang dengan baik. media ini cuma terdiri dari dua, yaitu pasir serta tanah. dikarenakan tanah telah ada, jadi tinggal kasih pasir kira2 tinggi 10cm, fungi pasir ini merupakan untuk melindungi kelembapan, juga panas serta hujan.
nah sebagai tambahan, kasihlah peneduh berbentuk atap-atapan/ rumah-rumahan + sebagian tumbuhan, ini manfaatnya yaitu memberi keluasan pilihan untuk si betina untuk bertelur, biarlah dia menentukan area yang pas untuk mengeluarkan telurnya, tak tahu dibawah tanaman, dibawah atap, atau di biarlah telanjang menghadap langit.
bila kura telah bertelur, jadi tunggu kurang lebih 3 bulan… bila penetasan sukses, anakan kura dengan sendirinya dapat keluar serta melacak air….

penatasan buatan/ incubator

untuk penetasan buatan ini yang butuh di perhatikan merupakan letak dari telur, jangan sempat salah( kebolak-balik ), dikarenakan perihal ini memilih sukses tidaknya penetasan. karenanya, saat kura telah mulai mengais-ngais, jadi tunggu sampai dia selesai bertelor serta segera ambillah telur, yang terlebih dulu tandai posisi atas serta bawah dengan pensil atau spidol, lantas masukkan ke incubator cocok dengan posisi aslinya.

dikarenakan harga incubator super mahal, yang bisa-bisa bikin patah hasrat untuk breeding, jadi saya coba bantu bikin incubator buatan dengan harga terjangkau,

bahan bahan yang dibutuhkan
kontainer/styrofoam box
heater ikan
thermometer
baki ceper
sebagai media tinggal tentukan ( cocopeat, vermiculite atau sekam padi )
hygrometer ( jika ada lebih uang bisa beli, tp sayang harga nya, 40rb
penyangga baki ceper ( bisa batu atau mangkuk terserah )
kapur pengusir semut serta kecoak
lakban
senter led
spidol

di bawah ini langkah bikin incubator :

siapkan kontaier/styrofoam box serta berikut di sterilkan, spesial untuk kontainer bisa menggunakan alkohol atau dengan air panas yang di guyurkan ke kontainer serta untuk styrofoam box cukup hanya di spray dengan alkohol serta di keringkan dengan kain. gunanya untuk menghindar bakteri atau cendawan jamur yang kedepannya menyebabkan telur berjamur atau gagal menetas dengan kata lain busuk.
siapkan media untuk meletakkan telur tadi yaitu cocoepat/vermiculite/sekam padi. media tersebut mesti di sterilkan dengan langkah di kukus atau di rebus sampai 2x. yang pertama di rebus sampai airnya tinggal sedikit lantas di angin – anginkan dibawah terik matahari berikut d rebus kembali sampai airnya cuma tersisa pada medianya saja, didiamkan sebentar supaya suhunya turun lantas ambillah baki ceper, berikan rata pada baki ceper tersebut media penempatan telur.
berikut isi kontainer dengan air kurang lebih setinggi seperempat dari tinggi kontainer, masukan heater ikan serta penyangga baki ceper tadi ( untuk penyangga baki ceper sesuai dengan tinggi airnya ) putar temperatur ke 29 atau 30 drajat pada atas heater ikan, atur posisi heater di dalam – sedang dari penyangga baki ceper tersebut. berikut lakban kabel heater di bibir kontainer supaya tampak kian lebih serta tidak bikin kebocoran kelembaban dari incubator.
masukan baki ceper ke didalam incubator serta letakan thermometer di samping baki ceper nya ( tersebut hygrometer apabila ada ).

tata telur di media penetasan sampai 1/2 badan telurnya sampai mencukupi baki ceper serta beri jarak 1/2 sampai 1 cm setiap telurnya. ( catatan : yakinkan suhu media penetesan tersebut telah mulai dingin, janganlah pada waktu panas di masukan dapat mateng tuh telur )

spray/semprotkan air merata diatas telur serta medianya supaya kelembaban stabil.
tutup serapat barangkali kontainer nya…. , tandai waktu pertama kali kura bertelur, mutlak untuk mengkalkulasi tanggal kelahiran si jabang bayi.. ehehehe……. untuk kapur pembasmi semut atau kecoa dapat di taburin di lebih kurang incubator, dikarenakan dari pengalaman semut tuh menyimpan telurnya pada area yang lembab lantas harus kerap – kerap di periksa telurnya.
tandai pada kotak kontainer dengan spidol permanen tanggal pertama kali si emaknya nelur serta tandai kapan dia lahir. untuk perawatan setiap 1 minggu sekali d teliti suhunya serta semprotkan air supaya kelembapanya terjaga. sebagai parameter apakah embrio telurnya berkembang apa tidak bisa dipandang telurnya mengempis atau tetep layaknya waktu pertama kali di telurkan masi bulat. serta 1 bulan pertama dapat di senter adakah berisi apa tidak.